WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA TANJUNGSARI

Artikel

Sejarah Desa - ASAL-USUL DESA TANJUNGSARI

26 Agustus 2016 15:38:09  Administrator  307 Kali Dibaca 

Dimulai dari obrolan masyarakat tentang kehidupan sehari hari dalam sebuah warung kopi, tentang kehidupan dalam pemenuhan kebutuhan. Yang menggambarkan bahwa masyarakat Desa Tanjungsari masyarakat yang perekonomiannya terus berjalan, dalam memenuhi kebutuhan dalam suasana santai, dan menggambarkan keramah tamahan masyarakat Desa Tanjungsari.


Asal usul Desa Tanjungsari, menurut sejarah dan cerita dari sesepuh yang dijadikan narasumber, bahwa Desa Tanjungsari dahulu merupakan satu wilayah di Desa Soco. Dan pada saat itu karena wilayahnya cukup luas akhirnya sepakat untuk menjadikan wilayah Desa Soco bagian Barat mendirikan satu Desa untuk berdiri dalam satu pemerintahan.


Nama Tanjungsari adalah penggabungan dua kata pohon tanjung dan pondok pesantren Tegalsari atau Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari yang di dirikan oleh Kyai Ageng Muhammad Besari dari Ponorogo sehingga digabungkan menjadi Tanjung Sari.

 

Tanjung sendiri merupakan nama sebuah pohon yang konon katanya banyak hidup di area sebelum berdiri sebuah pondok pesantren, sebuah pohon yang bunga nya cantik dan menarik sehingga awal mula di sebutlah daerah tersebut Pondok Tanjung. Dari Pondok Tegalsari Jetis Ponorogo banyak santri dan anak cucunya yang mengembangkan agama Islam dengan mendirikan pondok pesantren di berbagai daerah di seluruh nusantara dan ada yang bertugas atau hijrah ke wilayah Desa Soco bagian barat . Kyai Romly adalah salah satu santri yang mengemban amanat dari dari pondok Pesantren Tegalsari untuk dakwah di wilayah kecamatan Jogorogo. Beliau mendirikan sebuah pondok Pesantren di wilayah Desa Soco bagian barat dan membangun Masjid pertama kali yang sampai dengan saat ini masjid itu dinamakan Masjid AR ROMLY. Beliau sosok yang sangat berpengaruh di Wilayah Desa Soco Bagian Barat seiring dengan perjalan waktu pondok tersebut menjadi pondok yang besar dan berkembang, banyak santri dari daerah luar kota yang juga berdatangan untuk menuntut Ilmu di Pondok Pesantren di bawah binaan Kyai Romly. 


Kesepakatan dari para sesepuh Wilayah Soco bagian barat termasuk di dalamnya Kyai Romly dan Eyang Cokro Joyo (Kepala Desa Tanjungsari yang pertama ) untuk memisahkan wilayah Desa Soco bagian barat yaitu Sumyangan, Gorok dan Gondomanyu dengan mendirikan sebuah Desa sendiri. Tanjungsari sendiri bukan diambil dari nama 3 
wilayah tersebut melainkan sebuah nama yang ditetapkan untuk mempersatukan wilayah tersebut. Dan semua sepakat untuk nama Tanjungsari sebagai pemersatu ketiga wilayah itu Semenjak berdirinya Desa Tanjungsari kurang lebih tahun 1901 semua masyarakat Desa sepakat untuk mengangkat Eyang Cokro Joyo sebagai Kepala Desa pertama kali. Beliau menjabat 1901 sampai dengan 1920. Setelah itu eyang gembong merupakan Kepala Desa yang ke dua pada tahun 1920 sampai dengan 1940, dilanjutkan Simbah Sastro Ngulomo Dasuki yang menjabat pada tahun 1940 sampai dengan 1948. Simbah Parto diryo dipercaya masyarakat menjadi Kepala Desa yang ke-4 pada tahun 1948 sampai dengan 1963. Pada era kepemimpinan sampai empat kepala desa tersebut adalah kepala desa seumur hidup. 


Selanjutnya Bpk Harjo Suwarno dipercaya masyarakat menjadi Kepala Desa yang ke-5 pada tahun 1963 sampai dengan 1980. Dilanjutkan Bpk Singgih dalam menjabat kepala desa 11 tahun dari tahun 1980 sampai dengan 1990. Kemudian Bpk Warsito melanjutkan kepemimpinan di Disa Tanjungsari dari tahun 1991 sampai dengan 1993, saat itu menjabat belum sampai akhir periode sehingga kepala desa dipimpin sementara oleh benerapa Penjabat Kepala Desa sampai dengan 1996. Setalah itu diadakan pemilihan Kepala Desa dan Bpk Drs. Zaenal Arifin M.Pd dipercaya masyarakt menjadi kepala Desa selama 1 periode 8 tahun dari 1996 sampai dengan 2004. Setelah kepemimpinan bpk. Drs. Zaenal Arifin M.Pd, Tanjungsari belum memiliki Kepala Desa Definitif sehingga dijabat oleh Penjabat Kepala Desa dari 2004 sampai dengan 2007. Pemilihan kembali diadakan tahun 2007 dan dipercaya masyarakat Bpk. Mujimin sampai dengan 2 periode 6 tahun dari 2007 s.d. 2019. Dan saat ini Ibu Winarti dipercaya oleh masyarakat yang menjabat Kepala Desa melalui Pilkades
Serempak tahun 2019.


Desa Tanjungsari merupakan Desa yang memiliki banyak potensi, diantaranya pemenuhan ekonomi paling besar masyarakat Desa bermata pencaharian sebagai Petani. Banyak kegiatan di Desa Tanjungsari meliputi peternakan, budidaya perikanan, Kesenian, Kerajinan Tangan yang merupakan kegiatan sebagian besar satu dusun di dusun Gorok, dan objek pariwisata Religi yaitu Wirotho.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Aparatur Desa

Back Next